REMAJA DAN HIV AIDS

 

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS ) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

 

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

 

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu.Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim,  transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

GEJALA-GEJALA PENYAKIT HIV AIDS

 

  • Selalu merasa kelelahan sepanjanag waktu
  • Pembengkakan kelenjar getah bening diwilayah leher atau selangkangan
  • Demam yang berlangsung selama lebih dari 10 hari
  • Diare berat yang terus terjadi
  • Infeksi jamur pada mulut. Tenggorokan atau vagina
  • Berkeringat di malam hari
  • Penurunan berat badan padahal tidak sedang diet
  • Bintik-bintik keunguan pada kulit yang tidak segera hilang
  • Sesak napas

REMAJA

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa remaja adalah generasi penerus dan penentu masa depan bangsa. Masa remaja adalah masa dimana manusia tumbuh menjadi dewasa, pada masa ini remaja memiliki pengendalian emosi yang labil dan keingintahuan yang tinggi. Pada masa sekarang pergaulan bebas dikalangan remaja marak terjadi, rasa keingintahuan yang tinggi menyebabkan mereka melakukan sesuatu tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan dari apa yang telah mereka perbuat.

Pergaulan bebas bisa jadi terjadi karena faktor dari keluarganya sendiri yang kurang atau bahkan tidak mengawasi pergaulan dari anggota keluarganya. Pergaulan bebas seperti berpacaran, alkohol. Narkotika, atau bahkan seksbebas, mungkin sudah sering terjadi dikalangan remaja. Dan mereka melakukannya karena rasa ingin tahu yang tinggi tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.

Dalam hal ini, seharusnya ada pendidikan mengenai pergaulan bebas berserta dampak yang ditimbulkan. Pendidikannya bisa melalui pendidikan formal seperti disekolah atau pendidikan dari keluarganya sendiri. Dan sebagai remaja harus memiliki filter dalam menangkap apa yang ada didepan mereka. Dan mereka harus memperhitungkan sebab akibat dari segala perbuatan dari pergaulan bebas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s